Harapan (Edisi Curhat)
pohon bergoyang kesana kemari, gerimis yang diselingi hujan yang tak tentu, gerimis yang tidak berkesudahan pun datang hari ini. bukan apa apa hanya saja setiap pagi bagi setiap orang yang beraktifitas baik dari aktifitas yang berat maupun ringan, baik dari aktifitas ibu-ibu rumah tangga sampai aktifitas bapak-bapak. selalu saja ada sebuah harapan.
" semoga saja hari ini tidak hujan"
" semoga saja tidak ketinggalan KRL"
" semoga saja pekerjaan ku selesai hari ini "
atau hanya sekedar berharap "semoga hari ini baik-baik saja"
" semoga hari ini berjalan lancar "
lalu bagaimna caranya agar aku bisa terbebas dari belenggu ketakutan ini?
harus apa? segala harapan setiap pagi, tidak bahkan sedari habis maghrib begitu banyak harapan yang sudah terbesit dihatiku, mulai dari semoga besok pagi hp yang sedari malam ku cas sudah penuh ( bukan apa-apa hanya saja terkadang ada yang mencopot hp ku dari charger dan diganti dengan hp miliknya nya), atau bahkan semoga saja besok tidak hujan, semoga saja besok aku tidak kena tilang, semoga saja besok aku tidak nyasar, semoga saja orang-orang yang ingin ku temui dengan senang hati bisa membantu.
semakin banyak pengharapan kita terhadap suatu hari maka, semakin banyak pula tingkat kekhawatiran, bukan hanya kekhawatiran saja tapi beban yang dirasa sangat berat.
hari ini seharusnya aku bergegas kerja menuntaskan pekerjaan ku.
suatu yang sangat berat menjalani profesi ini, mesti beradaptasi dengan segala hal yang baru, mulai dari jalanan yang terasa sangat asing saking asingnya sampai terbesit " ini dimana", mulai dari orang-orang yang ditemui, sebeenarnya banyak orang baik yang kutemui ketika sedang melakukan pekerjaan, tapi yang teringat selalu orang yang tidak baik, yang selalu meninggalkan rekam jejak yang membuat aku ingin segera melepas pekerjaan ini.
entahlah mungkin hanya aku yang terlalu lemah. atau memang dunia yang begitu keras.
" semoga saja hari ini tidak hujan"
" semoga saja tidak ketinggalan KRL"
" semoga saja pekerjaan ku selesai hari ini "
atau hanya sekedar berharap "semoga hari ini baik-baik saja"
" semoga hari ini berjalan lancar "
lalu bagaimna caranya agar aku bisa terbebas dari belenggu ketakutan ini?
harus apa? segala harapan setiap pagi, tidak bahkan sedari habis maghrib begitu banyak harapan yang sudah terbesit dihatiku, mulai dari semoga besok pagi hp yang sedari malam ku cas sudah penuh ( bukan apa-apa hanya saja terkadang ada yang mencopot hp ku dari charger dan diganti dengan hp miliknya nya), atau bahkan semoga saja besok tidak hujan, semoga saja besok aku tidak kena tilang, semoga saja besok aku tidak nyasar, semoga saja orang-orang yang ingin ku temui dengan senang hati bisa membantu.
semakin banyak pengharapan kita terhadap suatu hari maka, semakin banyak pula tingkat kekhawatiran, bukan hanya kekhawatiran saja tapi beban yang dirasa sangat berat.
hari ini seharusnya aku bergegas kerja menuntaskan pekerjaan ku.
suatu yang sangat berat menjalani profesi ini, mesti beradaptasi dengan segala hal yang baru, mulai dari jalanan yang terasa sangat asing saking asingnya sampai terbesit " ini dimana", mulai dari orang-orang yang ditemui, sebeenarnya banyak orang baik yang kutemui ketika sedang melakukan pekerjaan, tapi yang teringat selalu orang yang tidak baik, yang selalu meninggalkan rekam jejak yang membuat aku ingin segera melepas pekerjaan ini.
entahlah mungkin hanya aku yang terlalu lemah. atau memang dunia yang begitu keras.
Komentar